BAB VI IMPLIKASI PEMBELAJARAN TEMATIK
A.    Eksistensi Guru Dan Peserta Didik
1.      Eksistensi Guru
Dalam pemenuhan jam pelajaran ataupu  efektivitas materi, pembelajaran tematik ini dapat dilakukan dengan dua cara,  yakni:
a.       Team Teaching (Pengajaran Tim)
b.      Guru tunggal
2.      Wawasan peserta didik
Menurut Depdiknas (2006), dalam pelaksanaan pembelajaran tematis ada beberapa hal yang perlu dipahami oleh guru berkaitan dengan anak diidk:
a.       Anak didik harus mampu bekerja secara individual, berpasangan atau berkelompok (baik kelompok kecil maupun klasikal) sesuai dengan tuntunan skenario pembelajaran.
b.      Peserta didik harus siapmengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok, mengadakan penelitian sederhana, dan pemecahan masalah.
B.     Analisis Kebutuhan Bahan Ajar, Sarana Prasarana Penunjang Dan Sumber Belajar Serta Media
1.      Bahan ajar
Sumber belajar utama yang dapat digunakan dalam pembelajaran tematik dapat berbentuk teks tertulis seperti buku, majalah, brosur, surat kabar, poster dan informasi lepas, atau berupa lingkungan sekitar seperti: lingkungan alam, lingkungan sosial sehari-hari.
2.      Sarana dan prasarana penunjang
Dalam pembelajaran tematik diperlukan berbagai sarana dan prasarana pembelajaran yang pada dasarya relatif sama dengan pembelajran yang lainnya, hanya saja ia memilki ke khasan tersendiri dalam beberapa hal.
3.      Sumber belajar
Sumber belajar adalah segala sesuatu yang ada disekitar lingkungan kegiatan belajar yang secara fungsional dapt digunakan untuk membantu optimalisasi hasil belajar. Optimalisasi hasil belajar ini dapat dilihat tidak hanya dari hasil belajar namun juga dilihat dari proses berupa interaksi siswa dengan berbagai macam sumber yang dapat merangsang untuk belajar dan mempercepat pemahaman dan penguasaan bidang ilmu yang dipelajarinya.
4.      Pengembangan media pembelajaran
Media pembelajaran meliputi berbagai jenis, antara lain:
a.       Media grafis atau media dua dimensi, seperti gambar, foto, grafik atau diagram.
b.      Media model solid atau media dimensi tiga, seperti model-model benda ruang dimensi tiga, diorama.
c.       Media proyeksi seperti film, filmstrip, OHP.
d.      Media informasi, computer, internet.
e.       Lingkungan.
Keuntungan dari media pembelajaran antara lain:
a.       Gairah belajar meningkat
b.      Siswa berkembang menurut minat dan kecepatannya
c.       Interaksi langsung dengan lingkungan
d.      Memberikan perangsang dan mempersamakan pengalaman
e.       Menimbulkan persepsi akan sebuah konsep sama 
C.     Model pengaturan ruangan
Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan ruang agar suasan belajar menyenangkan. Pengaturan ruang tersebut meliputi:
1.      Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan.
2.      Susunan bangku peserta didik dapat diubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung.
3.      Peserta didik tidka selalu duduk dikursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet
4.      Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun diluar kelas
5.      Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar.
6.      Alat, sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali. (Depdiknas 2006)
D.    Strategi pemilihan metode
Metode pembelajaran merupakan bagian dari strategi pembelajaran, metode pembelajaran berfungsi sebagai cara untuk menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu, tetapi tidak setiap metode pembelajaran sesuai digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
1.      Metode diskusi
Muhibbin Syah (2000), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode pengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah. Metode ini lazim juga disebut diskusi kelompok dan resitasi bersama.
2.      Metode tanya jawab
Metode tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two ways traffic sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan siswa. Guru bertanya siswa menjawab atau siswa bertanya guru menjawab. Dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbal balik secara langsung antara guru.
3.      Metode demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode pengajaran dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan sesuatu kegiatan baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.
4.      Metode ceramah plus
Metode ceramah adalah metode mengajar yang menggunakan lebih satu metode, yakni metode ceramah gabung dengan metode lainnya.
5.      Metode simulasi
Sebagai metode mengajar, simulasi dapat diartikan cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip atau keterampilan tertentu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini